Proses selanjutnya setelah menyusun Strategyc Map dalam Balance Scored Card adalah penyusunan KPI atau Key Performance Index atau indikator kinerja utama (IKU) adalah alat ukur atas keinginan dan atau sasaran yang harus dicapai  pada setiap sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam strategyc map.

Setelah peta strategi disusun, maka langkah selanjutnya adalah menentukan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk setiap Sasaran Strategis (SS.) IKU adalah alat ukur bagi pencapaian SS. IKU dibedakan menjadi IKU lagging dan IKU leading. IKU lagging adalah IKU yang bersifat outcome/output atau yang mengukur hasil, umumnya di luar kendali unit yang bersangkutan. IKU leading adalah IKU yang bersifat proses, yang mendorong pencapaian IKU lagging. Umumnya IKU leading berada di bawah kendali unit organisasi.

Dalam penyusunan IKU dimungkinkan adanya sub IKU. Jika diumpamakan, IKU merupakan induk sedangkan sub IKU merupakan anak. Sebagai contoh IKU ‘Indeks kepuasan konsumen atas pelayanan penjualan kayu’, sub IKUnya antara lain : (i) Indeks kepuasan konsumen atas pelayanan TPK, (ii) Indeks kepuasan kepuasan atas pelayanan lelang kayu, dan (iii) Indeks kepuasan  konsumen atas pelayanan KBM Sar Kayu.

Dalam perumusan IKU seyogyanya memenuhi karakteristik indikator kinerja yang baik dan cukup memadai guna pengukuran kinerja menggunakan prinsip SMART-C, yaitu:

  1. Specific : IKU harus mampu menyatakan sesuatu yang khas/unik dalam menilai kinerja suatu unit kerja.
  2. Measurable :  IKU yang dirancang harus dapat diukur dengan jelas, memiliki satuan pengukuran, dan jelas pula cara pengukurannya.
  3. Achievable : IKU yang dipilih harus dapat dicapai oleh penanggungjawab atau Unit In Charge.
  4. Relevant :  IKU yang dipilih dan ditetapkan harus sesuai dengan visi dan misi, serta tujuan strategis organisasi.
  5. Time-bounded :  IKU yang dipilih harus memiliki batas waktu pencapaian.
  6. Continuously Improve : IKU yang dibangun menyesuaikan dengan perkembangan strategi organisasi.

Sebagai contoh, hasil inventarisasi KPI Perum Perhutani dapat anda download disini.

Dalam sheet tersebut dapat diketahui dengan jelas bahwa setiap sasaran strategis diuraikan dengan jelas ukuran-ukuran untuk menilai keberhasilan pencapaian.  Dalam satu sasaran strategis terdapat lebih dari satu buah indikator ukuran kinerja yang dapat diukur dengan jelas pencapaiannya dan standardisasinya.

Setelah menentukan IKU untuk setiap SS, organisasi perlu menetapkan target untuk setiap IKU. Target adalah suatu ukuran yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Berkaitan dengan penerapan BSC, target umumnya ditetapkan untuk masa 1 tahun. Penentuan besarnya target dapat didasarkan pada beberapa hal seperti pencapaian tahun lalu (baseline), keinginan stakeholder, atau melihat kepada kondisi internal dan eksternal organisasi.