Ditulis Oleh Pikiran Rakyat

Minggu, 24 Mei 2009

BANDUNG, (PRLM).-Perum Perhutani melakukan pengubahan sistem bisnis kehutanan mereka, di mana kini menetapkan 45 persen pendapatan dari industri produk kehutanan dari semula mengandalkan tebangan. Pengubahan bisnis mereka dilakukan mengacu kebijakan pengelolaan hutan negara lestari oleh Perhutani, di mana usaha hasil tebangan dikurangi menjadi hanya 55 persen dari semula 70 persen.

Kepala Biro Transformasi Bisnis Kantor Direksi Perum Perhutani, Iing Moh Ihsan, di Bandung, Sabtu (23/5) mengatakan, digenjotnya usaha produksi hasil hutan dilakukan secara menyeluruh, sesuai masing-masing kondisi, potensi, dan kemampuan di Unit III (Jabar-Banten), Unit II (Jatim), dan Unit I (Jateng). Banyak potensi bisnis yang dapat terus dikembangkan, mulai industri olahan produk kayu, produk terpentin, wisata kehutanan, agroforestri, dan sebagainya, di mana Perum Perhutani menargetkan laba di atas Rp 200 miliar pada tahun 2009 ini.

“Kami sendiri tengah meningkatkan peningkatan layanan kepada semua unsur, terutama kepada para relasi luar, karena dapart ikut menentukan keberhasilan Perum Perhutani meraih target. Yang jelas, digenjotnya pendapatan Perum Perhutani tetap mengutamakan konsep-konsep bisnis yang beriringan dengan proses pelestarian hutan di Pulau Jawa,” katanya.

Sumber :  http://www.perumperhutani.com