Surabaya, 16 Juni 2010.  Proses Transformasi Bisnis unit II terus bergerak.  Setelah melalui tahapan sosialisasi yang telah dilaksanakan hari Jum’at, 4 Juni 2010 di aula Biro Renbang Unit II Jatim, Tim Transformasi Bisnis unit II Jatim melaksanakan pendampingan pada segenap unit kerja yang dilaksanakan per rayon.

Pendampingan dilaksanakan dengan maksud memberikan konsultasi, bimbingan dan petunjuk teknis penyusunan transformasi bisnis di masing-masing KPH dan KBM Lingkup unit II Jatim, serta menggali potensi-potensi yang dapat mendukung quantum leap masing-masing unit kerja.

Pendampingan telah dilaksanakan 3 kali, yaitu :

  1. Untuk rayon IV dan V bertempat di SPH IV Malang, dilaksanakan tanggal 9-10 Juni 2010,
  2. Untuk rayon I, II dan III bertempat di KPH Saradan tanggal 11-12 Juni 2010.
  3. Untuk KBM Sar dan industri telah dilaksanakan di Aula KPH Pasuruan pada tanggal 14-15 juni 2010.

Dari hasil pendampingan tersebut ditemukan berbagai permasalahan yang timbul selama proses penyusunan transformasi bisnis di unit kerja KPH dan KBM diantaranya :

  • Masih adanya persepsi bahwa redesign SDH yang berujung pada penyusunan RJP, tidak lain adalah upaya menambah tebangan untuk memenuhi target pendapatan agar PHT Unit II Jatim tidak merugi di 2011.
  • Terdapat koreksi atas Draft hasil redesign SDH UNIT yang telah disusun oleh Tim Redesign Unit, meliputi : kondisi petak terkini, penjabaran bagan tebang 2011 – 2014, usulan permintaan penyesuaian jenis tanaman, kendala-kendala pelaksanaan tebangan dalam bagan tebang, ketidak sesuaian hasil redesign dengan kondisi petak terkini, dll.
  • Masih belum dikuasainya penerapan metodologi “Balanced scored Card” dalam penyusunan RJP 2010-2014 karena kurangnya pengetahuan atas metodologi tersebut.
  • Masih adanya ketidaksiapan Unit kerja dalam mengidentifikasi potensi “quantum leap” yang ada di wilayahnya untuk menentukan target-terget pendapatan di 9 jenis komoditi PHT dan pendeskripsian inisiative strategyc yang akan dilaksanakan untuk mencapai target-target tersebut.
  • Hampir seluruh unit kerja menyampaikan kendala keterbatasan waktu yang disediakan untuk proses penyusunan transformasi bisnis tersebut, sementara data-data masih perlu dilakukan cross cek / validasi di lapangan dan keterbatasan SDM akibat volume pekerjaan yang menumpuk dan tumpang tindih beban pekerjaan.
  • Selain itu juga disampaikan masih adanya keraguan masalah eksekusi hasil dari transformasi bisnis ini, mengingat adanya kendala psikologis, birokratis, legalitas dan yang terpenting adalah masalah finansial / ketersediaan biaya-biaya untuk memvalidasi data dengan kondisi lapangan (cek tegakan, klem, PCP, RTT suplisi dll).
  • Sedangkan dari KBM, selain menghadapi beberapa masalah seperti di atas,  lebih banyak menyampaikan permasalahan adanya kendala kebijakan dan kewenangan KBM Sar serta fleksibilitas dalam kegiatan pemasaran.  Adanya kendala ini menyebabkan pemasaran kayu tidak dapat berjalan sesuai diharapkan.  Permasalahan ini, harusnya dilakukan transformasi juga / mendapatkan penyelesaian juga, agar kegiatan pelayanan pemasaran dapat berjalan fleksible, cepat dan menguntungkan.

Setelah dilaksanakan pendampingan, selanjutnya setiap unit kerja diharapkan dapat menyelesaikan tugasnya minggu ke II Juni 2010.   Karena setelah itu, Tim Transformasi Unit akan melakukan rekap data dan menyusun transformasi Unit.