Mengutip detik.com 22 April 2010 sebuah pelajaran berharga terkait pelaksanaan transformasi bisnis dicontohkan oleh PT. Bank BNI 46.    Selain telah menyiapkan dana sebanyak US$ 200 juta untuk investasi dan transformasi bisnis perusahaan dalam lima tahun mendatang, perseroan terbuka (Tbk) ini juga kemungkinan berniat mengambil opsi mengurangi sekitar 1.100 karyawannya.

RASIONALISASI….. sebuah pilihan keputusan yang sangat berani dan  beresiko sosial tinggi !!!

Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, dana tersebut salah satunya dibutuhkan untuk membangun infrastruktur pendukung transformasi tersebut.  “Dalam lima tahun ke depan, program transformasi kita itu butuh sekitar US$ 200 juta. Nanti bakal ada 1.100 Karyawan yang kita kurangi,” katanya.

Gatot mengatakan, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan modernisasi di operasional perusahaan. Dengan begitu, maka akan ada beberapa karyawan yang terancam diberhentikan karena tugasnya akan digantikan oleh mesin.  “Sekarang ini komposisi karyawan kita yang ada di front office dan back office adalah 30-70. Kita akan balik menjadi 70 front office dan 30 back office,” katanya.

Menurutnya, karyawan yang berada di back office tersebut lah yang bakal digantikan oleh mesin. Perusahaan pelat merah itu akan memberi opsi kepada karyawan yang diberhentikan, apakah pindah posisi menjadi front office, atau memilih program pensiun dini.  “Ya nanti kita lihat secara umur dan posisi juga,” ujarnya.

Tahun 2010 ini, BNI akan  fokus pada 5 strategi bisnis, yaitu mempertajam kualitas aset, menurunkan biaya dana secara agresif, implementasi customer centric untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, akselerasi value chain business untuk memperkuat BNI Incorporated, dan memperkuat struktur permodalan.

Selain itu, sebagai bagian dari transformasi bisnis, BNI kembali mempertajam competitive advantage untuk menjadi pilihan utama nasabah sebagai Indonesia’s financial solution provider.

Bagaimana dengan Perhutani?  Sudah cukup produktifkah hampir 30.000 karyawannya dalam melaksanakan tugas-tugasnya dan menghasilkan nilai tambah yang ekonomis bagi perusahaan? Akankah rasionalisasi menjadi salah satu jawaban transformasi bisnis di Perhutani???

Semoga jawabnya tidak !!! karena begitu banyak hajat hidup orang telah bergantung pada perusahaan kita ini dan tidak memiliki banyak kesempatan untuk berpindah ke pekerjaan yang lain. Selain itu, mampukah perusahaan menanggung beban biaya pesangon atau golden shake hand ???