Seiring dengan perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan dan untuk menjawab tantangan lingkungan bisnis yang baru, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), melakukan transformasi bisnis secara fundamental yang diikuti juga dengan diperkenalkannya corporate identity baru untuk menyambut era baru Telkom sebagai satu-satunya perusahaan T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment) di Indonesia.

Mengutip artikel Telkom Indonesia 16 Oktober 2009, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, saat ini tengah terjadi berbagai perubahan mendasar di sekeliling kita, mulai dari perubahan lingkungan bisnis (kompetisi dan regulasi) serta perubahan teknologi dan lifestyle.

“Untuk menjawab tantangan masa depan tersebut Telkom memutuskan melakukan transformasi secara menyeluruh dan mendasar,” jelas Rinaldi. Transformasi kali ini adalah yang paling besar sepanjang sejarah Telkom, karena bersifat fundamental, menyeluruh dan terintegrasi yang menyentuh empat aspek dasar perusahaan, yakni: Transformasi Bisnis, Transformasi Infrastruktur, Transformasi Sistem dan Model Operasi dan Transformasi Human Resources.

Transformasi menurut Rinaldi sudah tidak bisa ditunda lagi. “Untuk mengantisipasi gaya hidup masa depan, Telkom beralih dari ‘Separate Providers’ menuju ‘Single Provider’ sehingga ditetapkanlah T.I.M.E sebagai portofolio bisnis yang baru,” tegasnya.

Dalam mendukung transformasi tersebut Telkom telah menetapkan 10 Strategic Initiative, yang mengacu pada strategi defense the legacy and grow the new wave serta strategic objectives yaitu mencapai 60 % industry revenue pada tahun 2014.

Terkait dengan transformasi tersebut Telkom juga melakukan perubahan mendasar dari sisi brand untuk meningkatkan citra perusahaan di mata seluruh stakeholder-nya serta menetapkan perubahan portofolio bisnis, positioning, value, tagline dan corporate identity. Dengan corporate identity baru tersebut Telkom menerapkan budaya (culture) baru yakni komitmen, spirit, promise, product and service quality serta service culture yang sama sekali baru.

Telkom juga mengusung positioning baru yaitu Life Confident, 5 value baru yaitu Expertise, Empowering, Assured, Progressive & Heart, tagline baru yaitu The World is in Your Hand (sebagai pengganti Committed 2U) serta memiliki corporate identity yang baru (logo).

Melalui citra baru tersebut diharapkan Telkom dapat memberikan sebuah pengalaman baru yang berbeda dari sebelumnya kepada stakeholders. Pengalaman baru tersebut adalah layanan yang lebih baik dari operator mana pun yang pernah mereka kenal dan rasakan, serta layanan yang akan membangkitkan sebuah pengalaman yang benar-benar baru.

Telkom juga telah menetapkan hari jadinya yaitu tanggal 23 Oktober. Penetapan hari jadi ini mengacu pada pengoperasian layanan jasa telegrap elektromagnetik pertama yang menghubungkan Batavia (Jakarta kini) dengan Buitenzorg (Bogor) pada 23 Oktober 1856. Sehingga Telkom akan memeringati hari jadi untuk pertama kalinya tahun ini sebagai hari jadi ke-153 Telkom.

Transformasi Telkom

Transformasi yang diikuti dengan perubahan corporate identity pada tahun 2009 ini merupakan transformasi Telkom fase II. Pada transformasi fase I, Telkom dipimpin oleh Dirut Cacuk Sudarijanto (1988-1992) dan Setyanto P Santosa (1992-1997). Di bawah (alm) Cacuk Sudarijanto Telkom melakukan Fundamental Change: Basic Culture Transformation dan di bawah pimpinan Setyanto Telkom Go Public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSX), merekstrurisasi 12 Wilayah Telekomunikasi (Witel) menjadi hanya 7 Divisi Regional (Divre) serta menyelesaikan kerjasama operasi (KSO) di 5 Divre.

Transformasi fase II terjadi di bawah pimpinan Kristiono (2002-2005) dan Rinaldi Firmansyah. Pada 2002 Telkom memasuki lingkungan bisnis baru yang kompetitif. Sehingga transformasi pada masa itu diarahkan dari perusahaan Asset-based Company menjadi Customer Centric Company dan bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan InfoCom.

Di bawah pimpinan Dirut Rinaldi Firmansyah, di tengah kondisi yang sangat kompetitif, Telkom berubah dari perusahaan InfoComm menjadi T.I.M.E Company, dengan menumbuhkan bisnis new wave di satu sisi, sambil tetap mengoptimalkan/mempertahankan bisnis tradisional berbasis legacy yang masih mangalirkan arus kas positif di sisi lain.